NASIONAL - Sudah tiga jam, letusan Gunung Merapi belum juga mereda. Pengungsi dan warga harus meninggalkan area 15 kilometer dari puncak Merapi. Semua harus mematuhi imbauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM. "Warning Merapi, Warning Merapi. Patuhi petugas lapangan," kata Staf Khusus Presiden Bidang Penangangan Bencana dan Sosial Andi Arief di akun twitter-nya, Rabu, 3 November 2010.
Andi menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan Kepala PVMBG Doktor Surono. Menurutnya, pemerintah daerah harus mematuhi batas radius bahaya 15 kilometer dan memobilisasi pengungsi ke zona aman.
"Secara teori tentang resiko aman ada di Posko Utama Pakem. Tetapi, warga mengambil jarak resiko dan evakuasi di Kampus UII, Jalan Kaliurang, di kilometer 14," tulis Andi.
Sebelumnya, Surono mengatakan sudah tiga jam Merapi meletus tidak berhenti. "Sampai saat ini letusan belum berhenti sejak pukul 16.04 WIB," kata Surono. Letusan Merapi yang disertai awan panas itu tidak dapat terlihat, karena sudah gelap gulita, apalagi ditambah hujan.
